Map5NGx8LGN6MWR4MWZ8NWB4LDcsynIkynwpACBc

GEMA SUARA JELATA

7981759374294050699
BLANTERLANDINGv101
7981759374294050699

GEMA SUARA JELATA

Minggu, 14 Juni 2020
GEMA SUARA JELATA

GEMA SUARA JELATA

Rp 0
oleh Zulfikar Prayogi, Verani Rayya Widyastuti, Mustika, dkk.
Beli Buku

Profil Penulis

Zulfikar Prayogi, Verani Rayya Widyastuti, Mustika, Salmiati Rahman, Kasbullah, Sri Hastuti, Sulfadli, Aswan Mubarak, Fajar, Muhammad Agus, Lisdawati Asri, A. Yusthika Nur Elvandari, Muh. Amran. A.R, Wahyu Iksan, Dilla Yamsir SJ, Syamsinar, Ikbal, Mila Febrianti, Irsan Supardi, Karimatunnisa A,, Andi Ayu Wahyuni, Andi Rezkiawan, Fadel Muhammad, Anwar Akbar Amdar, Akilla Fadia Haya, Autumn, Kaka Anwar Rifa’i, Rahmi, Irfan, Isnawati Shadrul, Akbar, Anggreani Ningsih, Saiful, Nurfiqhi Islamiyah, Riani, Andi Syamsul Ma’rif Asapa, Baharudin, Adam Maulana, Andi Fatri Lestry Burhan, Ashar Abdillah, Bella Nur Putri, Muh. Taufik, Mutmainnah, Mardiana, Fadli Mushar, Muh. Jayasri A.M, Muh. Irfan Pratama, Aris, Sarina, Fathul Rahmat, Amnisar Sairasapu, Nur Hasana, A.Nurhidayah Br, Andi Selfiana, Hanna Tsurayya, Muhammad Haekal Sechedina Nasution, Novi Siahaya, Shafira Nila, Nurul Insan, M.Pd, Kamal Al-afghani, Nurwulandari, Ahmad Tanhar Amru, Nur Filza Mufida, Andi Andini Maharani, Andi Surinda, Niar, Roma Kyo Kae Saniro, Yani Mirsal, Ahmad Bayhaki, Intan Sekar, Nihan SJ

Deskripsi

Suara-suara itu tak akan bisa dibungkam. Mulut bisa saja dijahit, lidah dipotong-potong, tubuh dipenjara. Tapi tulisan selalu menjadi alternatif. Ungkapan fakta, teori kebenaran, gagasan revolusioner, tetap mengabadi lewat ragam implementasi. Sebab puisi adalah kehidupan, di sana bersemayam roh kemerdekaan.

Buku ini merangkum tulisan para pemuda yang handal dari berbagai daerah di Indonesia, melalui puisi-puisinya mereka menggambarkan kondisi ekonomi, sosial, politik, budaya, dan permasalahan akut akibat hilangnya tanggung-jawab sebuah bangsa yang berdaulat. Para penulis menyampaikan secara lugas dan mendalam, perihal kemerdekaan suatu negeri, tetapi masih saja terdapat penderitaan dialami rakyatnya secara berkelanjutan.

Tulisan-tulisan mereka terangkum lewat sajak-sajak yang lembut nan menggelitik, menikam sukma, layaknya penambang memahat batu, menuai berlian. Bahwa kebenaran harus terus tersampaikan, entah dengan cara apa. Sebab mendiamkan kenyataan adalah juga penindasan dalam bentuk lain.

Terima kasih, selamat membaca.

Kategori
BLANTERLANDINGv101
Formulir Kontak Whatsapp×
Data Anda
Data Lainnya
Kirim Sekarang