Map5NGx8LGN6MWR4MWZ8NWB4LDcsynIkynwpACBc

KONFLIK, MANAJEMEN KONFLIK & KINERJA PEGAWAI

7981759374294050699
BLANTERLANDINGv101
7981759374294050699

KONFLIK, MANAJEMEN KONFLIK & KINERJA PEGAWAI

Senin, 27 Juli 2020
KONFLIK, MANAJEMEN KONFLIK & KINERJA PEGAWAI

KONFLIK, MANAJEMEN KONFLIK & KINERJA PEGAWAI

Rp 160.000
oleh Dr. Jalaluddin Rum, S.E., S.H., M. Si
Beli Buku

Profil Penulis

Deskripsi

Konflik dalam kehidupan sehari hari maupun dalam organisasi merupakan sesuatu hal yang mendasar dan esensial. Dalam organisasi, konflik mempunyai kekuatan yang dapat membangun kinerja staf, karena adanya variabel yang berubah bersamaan secara dinamis. Konflik merupakan suatu proses yang wajar terjadi dalam suatu organisasi atau masyarakat. Pada sebagian besar organisasi, manajemen sumberdaya manusia (human resources) dipandang sebagai tanggung jawab dalam struktur manajer lini (Storey, 1992), dimana para manajer harus berhubungan dengan partisipan-partisipan yang berbeda (bawahan, supervisor) yang sering kali memiliki agenda, nilai, perspektif dan tujuan yang beraneka ragam.

Manajemen konflik merupakan salah satu pengetahuan (knowledge) dan keterampilan (skill) yang perlu dimiliki dan dikuasai baik para pemimpin, manajer, dan administrator. Dimana minimal 20% dari waktu seorang manajer digunakan untuk menyelesaikan konflik (Meyer, 2004) dan minimal 25% waktu yang digunakan para pemimpin politik untuk menghadapi dan memanajemeni konflik (Wirawan, 2010).

Jika konflik itu dapat dikelola dengan baik, maka akan berdampak pada peningkatan kinerja aparatur.

Bab II membahas definisi Konflik, Manajemen Konflik dan Kinerja Aparatur menurut para ahli.

Bab III membahas tentang awal mula timbulnya konflik, yakni konflik tentang penciptaan alam semesta, konflik dalam penciptaan manusia dan konflik antar manusia.

Bab IV membahas mengenai teori-teori konflik mulai yakni teori Thomas Hobbes (1588-1679); Karl Marx (1818-1883); George Simmel (1858-1918); Max Weber (1864-1920); Lewis A. Coser (1913-2003); Ralf Dahrendorf (1929); Randall Collins (1941); Teori-Teori Lainnya.

Bab V membahas peranan variabel anteseden konflik terhadap kinerja aparatur pemerintah daerah, yakni Peranan Pengetahuan Terhadap Konflik; Peranan Komitmen Organisasional Terhadap Konflik; Peranan Kekuasaan Terhadap Konflik; dan Peranan Konflik Terhadap Kinerja Aparatur.

Bab VI peranan pimpinan dalam membangkitkan kinerja aparatur pemerintah daerah, diawali dengan Pimpinan Sebagai Tauladan; Membangun Budaya Organisasi Yang Kuat; Motivasi Sebagai Metode Membangkitkan Kinerja Aparatur;

Knowledge Management Dalam Meningkatkan Kinerja Aparatur; Evaluasi Kinerja Guna Meningkatkan Kinerja Aparatur

Bab VII mengelola konflik untuk meningkatkan kinerja, yakni Tujuan Dan Manfaat Manajemen Konflik; Gaya Dan Strategi Manajemen Konflik; Kebijakan Organisasi Pemerintah Daerah Dalam Mengelola Konflik.

Terakhir Contoh-contoh Penelitian tentang Konflik

Kategori
BLANTERLANDINGv101
Formulir Kontak Whatsapp×
Data Anda
Data Lainnya
Kirim Sekarang