Map5NGx8LGN6MWR4MWZ8NWB4LDcsynIkynwpACBc

MEMAHAMI DIRI DALAM KOMUNIKASI ANTAR PRIBADI

7981759374294050699
BLANTERLANDINGv101
7981759374294050699

MEMAHAMI DIRI DALAM KOMUNIKASI ANTAR PRIBADI

Sabtu, 25 Juli 2020
Memahami DIRI Dalam Komunikasi Antar Pribadi

Memahami DIRI Dalam Komunikasi Antar Pribadi

Rp 45.000
oleh Yuliana Rakhmawati
Beli Buku

Profil Penulis

Yuliana Rakhmawati, menyelesaikan strata satu dan strata dua dari Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta. Pendidikan doktoral diselesaikan dari Universitas Padjadjaran (UNPAD) Bandung (2012). Sejak 2004-sampai sekarang menjadi staf pengajar pada program studi Ilmu Komunikasi Universitas Trunojoyo Madura. Dapat berkoresponden di yuliana.r@trunojoyo.ac.id

Deskripsi

Membangun hubungan bukan semata dilandaskan pada kehadiran fisik peserta dan proses yang menyertainya. Terlebih membutuhkan kejujuran dan komitmen dalam pelibatannya. Memahami mitra dalam hubungan pada hakekatnya adalah individu belajar untuk mehamai diri. Pada bagian diri terdapat dimensi dan aspek yang –meskipun tidak secara vulgar menjadi determinan- tetapi dapat membantu dalam pembangunan hubungan. Diri oleh individu direfleksikan dalam citra dan ditampilkan kepada orang lain, terlebih dalam sebuah kesepakatan hubungan. Beragam konteks hubungan dapat dijalani oleh individu. Pada satu saat sebagai perempuan sekaligus sebagai ibu rumah tangga atau wanita karier. Pun ketika seorang pria menjadi anak, suami, ayah, atau atasan di sebuah organisasi maka dibutuhkan pola pembangunan diri yang sesuai.

Memahami diri menjadi penting bukan hanya dalam konteks evaluasi pada opini dan perilaku individu. Mempunyai pengetahuan yang memadai tentang diri akan mampu untuk membangun kesadaran diri. Mengapa kesadaran diri menjadi urgent dalam konteks komunikasi antarpribadi?mengurai rasionalitas objektif pada konsep diri bukan hal yang mudah. Mengingat konsep diri dibangun dengan proses panjang terutama pada masa kanak-kanak dan diperkuat ketika menjelang remaja. Stimulus dan dukungan yang positif dari lingkungan terdekat: keluarga, teman bermain, insititusi pendidikan, dan lingkungan akan membawa pembangunan pada konsep diri cenderung positif dan penghargaan diri yang tinggi. Sedangkan lingkungan sebaliknya, cenderung membuat individu memiliki konsep diri negatif dan penghargaan diri yang rendah. Konsep diri relatif stabil tetapi bukan tidak mungkin untuk berubah dan berkembang. Jadi, memiliki kesadaran dalam mengembangkan konsep diri-pun perlu diasah.

Pembangunan diri tidak terjadi dengan sendirinya melainkan melalui proses yang melibatkan interaksi dan komunikasi. Tentu saja keterlibatan significant others turut memberi warna dalam kemampuan membuat konsep diri. Manusia berproses dengan bertemu dan melalui bragam hubungan. Dalam setiap hubungan yang dimiliki, tidak menutup kemungkinan akan memberikan kontribusi pada konsep diri yang berbeda.

Selamat membaca dan memahami diri......

Kategori
BLANTERLANDINGv101
Formulir Kontak Whatsapp×
Data Anda
Data Lainnya
Kirim Sekarang