Map5NGx8LGN6MWR4MWZ8NWB4LDcsynIkynwpACBc

DIBUANG SAYANG PANCASILA TINGGAL NAMA

7981759374294050699
BLANTERLANDINGv101
7981759374294050699

DIBUANG SAYANG PANCASILA TINGGAL NAMA

Jumat, 07 Agustus 2020
DIBUANG SAYANG PANCASILA TINGGAL NAMA

DIBUANG SAYANG PANCASILA TINGGAL NAMA

Rp 40.000
oleh Matias Sinaga
Beli Buku

Profil Penulis

Deskripsi

Dasar sebuah negara mestinya selesai dan tuntas begitu rancangan pondasi itu sudah disepakati dan diletakkan. Apalagi bila bangunan di atasnya telah didirikan. Dasar itu tidak boleh lagi diotak-atik, diributkan, dan dipreteli. Apalagi sampai diganti. Dengan pretelan imitasi pula.

Anehnya, dalam kasus Indonesia, justru ini yang terjadi. Pondasi itu telah dipreteli dan diganti dengan yang imitasi. Dan yang melakukannya adalah orang-orang yang dimuliakan yang ditugasi untuk merawat, melestarikan dan mengembangkannya, untuk mana mereka digaji oleh Negara. Dan lebih aneh lagi, entah untuk mengelabui, membohongi, atau menyesatkan rakyat, pondasi imitasi itu masih disebut dengan nama asli dan dianggap (masih) sama dengan yang tulen. Orang pun percaya begitu saja. Seperti burung beo, rakyat pun ikut-ikutan menyebut nama itu dan menganggapnya masih ada atau sama. Tidak satupun yang mempersoalkannya atau menolak untuk membeo.

Satu-satunya yang tidak percaya dan merasa telah dibohongi barangkali adalah penulis. Ia pun berteriak. Tapi teriakan itu tidak terdengar. Dan tidak ada yang mendengarkannnya. Mungkin teriakan semacam itu dianggap tidak penting. Dan karenanya tidak perlu diakomodasi. Ia pun akhirnya membeli alat pengeras suara dan meneriakkan kejengkelannya. Inilah yang dilakukan penulis dengan sejumlah goresan dalam buku ini. Dan pondasi yang dimaksudkannya adalah Pancasila yang telah menjadi Catursila, Trisila, Dwisila atau Ekasila. Konstitusi Asli yang telah menjadi Konstitusi Imitasi, Demokrasi Lokal menjadi Demokrasi Impor, Demokrasi Pancasila berganti menjadi Demokrasi Liberal Coba-coba (trial and error), Majelis menjelma menjadi Makelar, Permusyawaratan jadi Permufakatan Pemalsu, dus Penipu, Negara Kesatuan menjadi Negara Federal, partai politik jadi partai pribadi atau keluarga, pemilihan umum jadi pemilihan individu, wakil rakyat jadi wakil pribadi atau perseorangan, dll.

Kategori
BLANTERLANDINGv101
Formulir Kontak Whatsapp×
Data Anda
Data Lainnya
Kirim Sekarang