Map5NGx8LGN6MWR4MWZ8NWB4LDcsynIkynwpACBc

IBU BUMI DILARANI

7981759374294050699
BLANTERLANDINGv101
7981759374294050699

IBU BUMI DILARANI

Kamis, 13 Agustus 2020
IBU BUMI DILARANI

IBU BUMI DILARANI

Rp 85.000
oleh Dia Puspitasari S.Sosio
Beli Buku

Profil Penulis

Dia Puspitasari S.Sosio, lulusan S1 prodi Sosiologi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Airlangga Surabaya pada tahun 2017. Dia begitu panggilannya, salah satu aktivis perempuan dengan segudang prestasi baik akademik maupun non akademik. Lahir di Surabaya pada tanggal 03 Juni 1994, dengan predikat cumlaude membuat perempuan asli Surabaya ini optimis menyelesaikan karya tulis pertamanya yang berjudul “Ibu Bumi Diralani”.

Deskripsi

Pemahaman fundamental antara relasi manusia dan alam terjadi di Kabupaten Rembang, Jawa Tengah. Hal ini terkait dengan kondisi lingkungan dan masyarakat lokal khususnya perempuan di Rembang. Permasalahan dalam penelitian yang diangkat oleh peneliti sekaligus penulis adalah bagaimana pemahaman perempuan atas alam menghasilkan gerakan ekofeminisme dalam menjaga kelestarian alam di lereng pegunungan kendeng utara tersebut.

IBU BUMI DILARANI sebuah filosofi gerakan perempuan di Indonesia untuk mempertahankan lingkungan dari perusakan korporasi tambang di Rembang, Jawa Tengah. Ibu-ibu Rembang memaknai bahwa bumi merupakan respresentasi dirinya. Subjek dalam memberikan interpretasinya sangat dipengaruhi oleh faktor historis dan nilai-nilai sedulur sikep yang kemudian di internalisasikan ke dalam bangunan berpikir mereka sehingga terbentuklah pengetahuan bahwa bumi sebagai ibu. Dan hal ini akan sangat kontradiktif dengan subjek lain yang mendukung adanya pabrik semen. Demi menjaga kelestarian alam dan demi keberlangsungan hidup generasi penerus kelak supaya tidak kesulitan dalam mendapatkan sumber kehidupan.

Strategi gerakan ekofeminis (gerakan penyelamatan lingkungan) berbasis kesadaran gender, tak perlu ada pertikaian di antara hubungan suami istri sebab mereka sudah memahami bahwasannya perjuangan harus secara bergantian saling mengisi peran dalam rumah tangga. Hal inilah yang menjadi salah satu penentu massive nya gerakan. Ibu-ibu Rembang selalu menggunakan strategi-strategi yang bahkan tidak terpikirkan sebelumnya. Misalnya dengan melakukan aksi pengecoran kaki di depan istana Negara yang mengandung makna bahwa ketika pabrik semen tetap didirikan di Rembang maka petani khususnya perempuan ibarat mengalami keterkungkungan. Kebutuhan akan air dan sumber kehidupan lainnya menjadi terganggu. Lahan pertanian terancam hilang sehingga aspek perekonomian mereka juga akan terguncang. Sumber penghidupan dari alam untuk generasi yang akan dating terancam sulit didapatkan dan lingkungan di Pegunungan Kendeng Utara tidak lagi asri melainkan rusak terkena dampak adanya pabrik semen.

Kategori
BLANTERLANDINGv101
Formulir Kontak Whatsapp×
Data Anda
Data Lainnya
Kirim Sekarang