Map5NGx8LGN6MWR4MWZ8NWB4LDcsynIkynwpACBc

SAMAWA (SAKINAH MAWADDAH WA RAHMAH) DI ERA MILENIAL

7981759374294050699
BLANTERLANDINGv101
7981759374294050699

SAMAWA (SAKINAH MAWADDAH WA RAHMAH) DI ERA MILENIAL

Jumat, 07 Agustus 2020
SAMAWA (SAKINAH MAWADDAH WA RAHMAH)  DI ERA MILENIAL

SAMAWA (SAKINAH MAWADDAH WA RAHMAH) DI ERA MILENIAL

Rp 65.000
oleh H. A. Zahri, SH, M.HI.
Beli Buku

Profil Penulis

Deskripsi

Kenaikan angka perceraian di kalangan keluarga muslim yang dilakukan melalui lembaga resmi (pengadilan agama) dari tahun ke tahun semakin tak terkendali, seakan-akan bercerai menjadi tren era milenial. Angka broken home diprediksi lebih besar dari angka resmi jika ditambah kasus perceraian yang dilakukan secara siri (di bawah tangan) dan pasangan yang pisah tanpa perceraian. Data Badan Peradilan Agama Mahkamah Agung RI menunjukkan bahwa perceraian yang diputus Tahun 2010 sejumlah 285.184 perkara dan tahun pada 2018 meningkat menjadi sejumlah 448.623 perkara.

Faktor penyebab perceraian dari fakta persidangan di beberapa pengadilan agama memiliki varian yang beragam. Mulai yang remeh temeh, misalnya: perbedaan selera parfum, pencahayaan lampu saat tidur dsb. sampai hal-hal yang prinsip, misalnya masalah kewajiban menjalankan ibadah, hubungan silaturahim antar keluarga dsb.

Sebagai praktisi hukum yang menangani sengketa perkawinan, dari kasus-kasus yang sempat penulis tangani di berbagai daerah yang memiliki latar belakang suku, ras dan adat istiadat serta tingkat pendidikan dan ekonomi yang berbeda ditemukan fakta bahwa akar permasalahan retak dan pecahnya bangunan rumah tangga muslim karena pemahaman dan penghayatan agama yang dangkal disatu sisi dihadapkan pada tantangan yang dahsyat di era milenial di sisi lain. Maka tak heran jika banyak rumah tangga yang tumbang atau bubar.

Keadaan seperti gambaran di atas melahirkan keprihatinan dan memantik semangat penulis untuk ikut memberi sumbangan pemikiran yang diharapkan menjadi solusi mencegah bencana bubarnya rumah tangga di tengah zaman yang penuh godaan. Dengan kata lain, bagaimana kiatnya agar bahtera rumah tangga tetap tenang dan aman meskipun melewati laut bergelombang disertai hembusan angin kencang.

Buku ini memberikan panduan praktis dalam membangun rumah tangga samawa (sakinah mawadah warahmah), mulai pranikah, saat menikah dan masa menjalani pernikahan sampai akhir hayat. Di awali uraian potensi manusia sebagai makhluk terbaik dan upaya-upaya mempertahankan keunggulannya, dilanjut penggambaran kondisi masyarakat di era milenial yang menawarkan baragam maksiat dengan media yang mudah dan menyenangkan (media online). Berikutnya dijabarkan kiat-kiat menuju samawa, merawat rumah tangga agar tetap samawa sepanjang hayat, tidak pecah di tengah jalan. Terakhir tak lupa dijelaskan bahwa kesuksesan rumah tangga tak sekedar meraih samawa, namun berujung kepada masing-masing pasangan meraih husnul khatimah dan sepeninggalnya tercipta generasi yang hebat (saleh dan salehah).

Semua uraian pada buku ini berpedoman pada Al Qur’an dan As Sunah serta pendapat para ulama dan pada bagian tertentu diperkuat dengan peraturan perundang-undangan dan nilai adat istiadat yang sejalan dengan Al Qur’an dan As Sunah. Syariat sebagai dasar utama kajian dalam buku ini karena ia bersumber dari Zat Yang Maha Pencipta dan mutlak kebenarannya, sementara pemikiran dan persepsi manusia bila bertentangan dengan syariat harus kita kesampingkan karena hakekatnya manusia itu bodoh dan Allah Swt Mahatahu. Dikemas dengan bahasa yang mudah dipahami dan kekinian, terkadang diselipi humor tanpa kehilangan bobot sebagai buku panduan. Untuk bacaan remaja hingga orang tua dan beragam tingkat pendidikan. Wal hasil, buku ini bisa disebut,فقه المناكحا ت في ثوبه الجديد (Fikih Munakahat dalam Kemasan Baru).

Kategori
BLANTERLANDINGv101
Formulir Kontak Whatsapp×
Data Anda
Data Lainnya
Kirim Sekarang