Map5NGx8LGN6MWR4MWZ8NWB4LDcsynIkynwpACBc

TRADISI, GENDER DAN ISLAM

7981759374294050699
BLANTERLANDINGv101
7981759374294050699

TRADISI, GENDER DAN ISLAM

Senin, 24 Agustus 2020
TRADISI, GENDER DAN ISLAM

TRADISI, GENDER DAN ISLAM

Rp 80.000
oleh Lina Sobariyah
Beli Buku

Profil Penulis

Lina Sobariyah, lahir di Cilegon, pada tanggal 5 Agustus 1994. Dan saat ini tinggal di Link. Gempol Wetan No. 067 Rt. 005/002 Kel. Pabean Kec. Purwakarta, Kota Cilegon Banten, 42437. Semasa kuliah sampai sekarang, penulis aktif dalam berbagai macam organisasi diantaranya Himpunan Mahasiswa Islam (HMI), Unit Kegiatan Mahasiswa Kelomok Mahasiswa Pecinta Lingkungan Hidup dan Kemanusiaan Kembara Insani Ibnu Batuttah (UKM KMPLHK RANITA) UIN Jakarta, Banten Institute for Regional Development (BIRD), dan Ikatan Cendekiawan Muslim se-Indonesia (ICMI) Orwil Banten. Pada tahun 2019, penulis menjadi runner up penulis terbaik dalam cabang Makalah Alquran putri mewakili Kota Cilegon dalam ajang Musabaqoh Tilawatil Quran (MTQ) XVI Provinsi Banten yang diadakan di Kota Tangerang. Dalam Wisuda ke-116 UIN Syarif Hidayatullah Jakarta pada tanggal 27 Juni 2020, penulis menjadi lulusan terbaik Sekolah Pascasarjana Program Magister (S2) Pengkajian Islam UIN Syarif Hidayatullah Jakarta. Penulis dapat disapa melalui Facebook: Lina Sobariyah Arifin, Instagram: @sobariyaharifin, Email: linaarifinsobariyah@gmail.com.

Deskripsi

Buku ini mendeskripsikan identitas perempuan dalam sebuah tradisi masyarakat kota Cilegon, yakni kesenian bendrong lesung di lingkungan Gempol Wetan. Secara historis, kesenian ini tumbuh di tengah masyarakat agraris dalam merayakan panen padi. Dalam wacana modernitas, bendrong lesung merupakan salah satu tradisi yang paling rentan dan berpotensi terhadap kompleksitas dinamika budaya. Namun dalam konteks ini, kaum perempuan sebagai pelaku utama mempraktikan kesenian ini secara terus-menerus sampai saat ini.

Terdapat negosisi kaum perempuan atas urgensi pelestarian bendrong lesung di dalam masyarakat, negosisi tersebut tercermin dalam nilai-nilai kesenian yang akhirnya membentuk sebuah identitas. Perempuan dalam bendrong lesung menunjukkan sikap menghargai terhadap tradisi dan mempersatukan masyarakat setempat berdasarkan ikatan emosional, artinya kesenian ini membentuk keguyuban sebagai identitas masyarakat. Terdapat argumentasi kesetaraan gender dalam kesenian bendrong lesung, konstruksi sosial yang dibangun oleh kaum perempuan lebih terbuka dan berbeda. Kaum perempuan dengan kehidupan religiositas yang begitu kental menjadikan bendrong lesung tidak hanya menjadi pilihan untuk memperkuat dan meneguhkan identitas gender namun juga wujud identitas kesalehan perempuan dalam merawat tradisi. Serta nilai-nilai Islam yang terdapat dalam kesenian bendrong lesung, yakni memperkokoh ukhuwah Islamiyah (menjaga silaturahmi) yang terlihat dari saling bahu-membahu dalam pelaksanaan kesenian ini. Akhirnya, identitas yang tercermin dalam kesenian bendrong lesung mempertemukan nilai dasar akan tradisi, gender dan Islam.

Kategori
BLANTERLANDINGv101
Formulir Kontak Whatsapp×
Data Anda
Data Lainnya
Kirim Sekarang