Map5NGx8LGN6MWR4MWZ8NWB4LDcsynIkynwpACBc

DARI MANAKAH ASAL MULA DOSA

7981759374294050699
BLANTERLANDINGv101
7981759374294050699

DARI MANAKAH ASAL MULA DOSA

Jumat, 23 Oktober 2020
DARI MANAKAH ASAL MULA DOSA

DARI MANAKAH ASAL MULA DOSA

Rp 65.000
oleh Pdt. Dr. Fereddy Siagian, M.Th.,M.M
Beli Buku

Profil Penulis

Pdt. Dr. Fereddy Siagian, M.Th.,M.M, lahir di Rambebelang, 08 Nopember 1981. Menyelesaikan Studi S1 (S.Th) di STT STAPIN Majalengka tahun 2008; S2 (M.Th) di STT Jaffray Jakarta tahun 2014; S2 (M.M) di Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE) Cirebon tahun 2017; S3 (D.Th) di STT IKAT Jakarta pada tahun 2020. Diteguhkan sebagai Pendeta (Pdm) di Gereja Pentakosta Mangseng Bekasi pada Tahun 2015 dan menjadi Pendeta (Pdt) pada tahun 2019. Menjadi Misionaris daerah Kalimantan Tengah (2000-2004). Menjadi Dosen Pendidikan Agama Kristen (PAK) sejak tahun 2009 di Akademi Maritim Cirebon (AMC) dan Dosen Kepemimpinan dan Kerjasama Tim sejak tahun 2018. Menjabat sebagai Ketua QMR (Quality Management Representatif) atau SPMI (Satuan Penjaminan Mutu Internal) Pada Tahun 2015 -2018; Menjadi Pembantu Direktur II (2018-2020); Kembali Menjadi Ketua QMR (Periode 2020-sekarang). Menikah dengan seorang Isteri Susilawati Ginting, S.Th.,S.E.,M.M© dan seorang Putri Kerenyishi Natalie Siagian, 3 orang Putra: Jeanes Bryan Siagian, Theo Xavier Luciano Siagian, dan anak bungsu Axel Aloysius Siagian.

Deskripsi

Darimanakah permulaan Dosa? Dosa bermula dari Kehendak bebas, kepribadian yang berkembang dan ego manusia itu sendiri. Pelajaran penting yang bisa kita dapat adalah, bahwa Allah kita betul-betul tidak terlibat atau tidak turut andil atas kasus kejatuhan Lucifer dan manusia ke dalam dosa, semuanya disebabkan oleh kehendak bebas, kepribadian yang berkembang, dan ego yang berkembang dari Lucifer maupun manusia.

Kejatuhan malaikat dan manusia ke dalam dosa, kesalahan bukan terletak kepada Allah, melainkan pada malaikat dan manusia itu sendiri, karena mereka mengembangkan kehendak bebas, kepribadian dan ego ke arah yang negatif, padahal seharusnya mempertahankan kesempurnaan dan atau malah meningkatkan ke arah yang lebih baik; dan kita patut bersyukur kepada-Nya, karena Allah masih bersedia memberi jalan keluar bagi manusia, melalui penebusan salib Kristus sebagai tanda kasih dan keadilan-Nya.

Hukum grasi “Salib” untuk penyelesaian dosa manusia merupakan hukum terbaik jika ditinjau dari kualitas perundang-undangan; sedangkan bagi Iblis dan para pengikutnya tidak mendapatkan “grasi” dari Allah, semuanya sangat dipengaruhi sifat keadilan Allah, maka setiap menjatuhkan sangsi harus ditinjau dari bobot pelanggaran dari para pelakunya.

Kategori
BLANTERLANDINGv101
Formulir Kontak Whatsapp×
Data Anda
Data Lainnya
Kirim Sekarang