Map5NGx8LGN6MWR4MWZ8NWB4LDcsynIkynwpACBc

RELASI TASAWUF DAN POLITIK

7981759374294050699
BLANTERLANDINGv101
7981759374294050699

RELASI TASAWUF DAN POLITIK

Kamis, 19 November 2020
RELASI TASAWUF DAN POLITIK

RELASI TASAWUF DAN POLITIK

Rp 65.000
oleh DR. Suhayib, M.Ag
Beli Buku

Profil Penulis

DR. Suhayib, M.Ag Terlahir dari keluarga yang hidup di pedesaan pada tahun 1963. Negeri bernama Teluk Kiambang, Tempuling INHIL. Ayah bernama Syamsuri Thaib berprofesi sebagai guru madrasah Nahdatus Syibyan, dan ibu bernama Siti Bulkis guru mengaji. Dari keduanya penulis belajar sejak kecil sampai tamat sekolah Dasar dan Madrasah Ibtidaiyah. Penulis juga pernah mendapatkan kesempatan menambah ilmu pada Madrasah Nurul Iman dan Pesantren Al Hidayah di Kota Jambi, kemudian mengantongi ijazah Madrasah Aliyah Tembilahan. Pendidikan sarjana Pada IAIN Sulthan Syarif Qasim Pekanbaru, Magester pada IAIN Sunankalijaga Yogyakarta dan pendidikan Doktor pada UIN SUSKA Riau. Terhitung sejak Maret 1992 penulis mengabdi sebagai Dosen Fakultas Syariah dan Hukum UIN SUSKA Riau.

Deskripsi

Pada umumnya kehidupan yang dijalankan oleh para sufi larut dalam upaya pemantapan kesalehan diri dengan menjalankan kehidupan zuhud, bertahannus atau uzlah di tempat-tempat tertentu seperti ribath dan surau suluk. Dan bahkan praktek seperti zuhud, uzlah dan suluk yang mencerminkan doktrin pokok tasawuf itu menggiring cara hidup sufi pada kehidupan yang eksklusif dan asosial. Asbab ini dapat menyeret kehidupan bertasawuf seakan berada pada wilayah kelam karena menutup mata dari realitas kehidupan.

Sikap apatis terhadap persoalan sosial mungkin ada dalam cara pandang sebagian dari pengikut sufi yang tergabung dalam kelompok tarekat. Walaupun, sekiranya hal itu ada namun sikap seperti itu bukanlah ajaran yang dapat dinisbahkan kepada satu kelompok tarekat tertentu.

Badiuzzaman Said Nursi merupakan salah seorang ulama sufi yang dalam masa hidupnya berhadapan dengan kelompok tarekat yang lebih memilih muntuk mengesolasikan diri dengan berusaha meningkatkan kesalehan diri. Sejalan dengan itu, Said Nursi juga merasakan bahaya yang mengancam didepan mata, yaitu keterbelakangan dan dampaknya bagi iman. Atas dasar itu maka lahir pernyataan mendalam dari Said Nursi dengan mengatakan “Orang yang tidak beriman tidak akan masuk syurga, tetapi banyak juga penghuni syurga itu bukan orang-orang sufi”. Dan dari pernyataan itu maka lahirlah satu konsep pemikiran bahwa : “Tasawuf atau Tariqat sesungguhnya adalah upaya menyingkap hakekat iman melalui hati dengan dzikir dan pikir”. Dzikir dan pikir yang melekat pada Said Nursi mengantarkannya kepada identitas sebagai ulama sufi dan politisi.

Kategori
BLANTERLANDINGv101
Formulir Kontak Whatsapp×
Data Anda
Data Lainnya
Kirim Sekarang