Map5NGx8LGN6MWR4MWZ8NWB4LDcsynIkynwpACBc

MASA PEMERINTAHAN KOLONIAL BELANDA DI PEMATANG SIANTAR 1917 – 1942

7981759374294050699
BLANTERLANDINGv101
7981759374294050699

MASA PEMERINTAHAN KOLONIAL BELANDA DI PEMATANG SIANTAR 1917 – 1942

Kamis, 03 Desember 2020
MASA PEMERINTAHAN KOLONIAL BELANDA DI PEMATANG SIANTAR 1917 – 1942

MASA PEMERINTAHAN KOLONIAL BELANDA DI PEMATANG SIANTAR 1917 – 1942

Rp 70.000
oleh Jalatua Hasugian
Beli Buku

Profil Penulis

Deskripsi

Buku ini menceritakan tentang kebijakan pemerintah kolonial Belanda dalam membentuk Afdeeling Simeloengoen en Karolanden tahun 1906 yang dilanjutkan dengan memberikan status administrasi Gemeente (kotapraja) kepada kota Pematang Siantar pada tahun 1917, yang merupakan titik balik perubahan sosial politik di Kerajaan Siantar.

Perubahan ini juga memicu pesatnya pertumbuhan ekonomi di kota Pematang Siantar karena menjadi pusat aktivitas perdagangan komoditi perkebunan di Sumatera Timur selain kota Medan ketika itu. Dalam rangka memantapkan kepentingan ekonomi dan politiknya, pemerintah kolonial Belanda merancang pembangunan infrastruktur yang dilengkapi dengan fasilitas perkotaan modern di Pematang Siantar, serta melakukan reorganisasi pemerintahan dan birokrasi menurut pola Eropa.

Buku sejarah tentang pemerintahan kolonial Belanda di kota Pematang Siantar ini pada intinya membahas tiga pokok persoalan penting yaitu: faktor-faktor yang mendorong pemerintah kolonial Belanda melakukan eksploitasi ekonomi dan reorganisasi pemerintahan di kota Pematang Siantar dari pusat kerajaan tradisional menjadi daerah gemeente; eksistensi Kerajaan Siantar terhadap perkembangan birokrasi modern ala kolonial Belanda setelah Pematang Siantar ditetapkan menjadi gemeente sejak tahun 1917 sampai tahun 1942; serta dampak kebijakan pemerintahan kolonial Belanda terhadap perkembangan sosial, politik dan ekonomi masyarakat kota Pematang Siantar pasca dijadikan gemeente.

Pembangunan pusat-pusat pemerintahan, pendidikan, kesehatan, perdagangan, sangat berdampak terhadap perubahan ekologis, sosiologis dan ekonomis kota. Penduduk yang tadinya terpencar-pencar dengan pemukiman semraut, ditata sedemikian rupa dengan model perencanaan Eropa, di mana hingga sekarang, pola penataan permukiman masyarakat tersebut masih dapat dilihat bekasnya di berbagai lokasi kota Pematang Siantar.

Buku ini awalnya merupakan sebuah karya tesis yang disampaikan pada Program Studi Magister Ilmu Sejarah di Fakultas Ilmu Budaya Universitas Sumatera Utara - Medan. Dengan menggunakan metode sejarah kritis, dimulai dari heuristik, kritik, interpretasi dan historiografi secara sistematis sesuai teori-teori penulisan ilmiah yang didukung oleh sumber-sumber arsip kolonial Belanda dari Arsip Nasional Republik Indonesia (ANRI) dan Perpustakaan Nasional di Jakarta, terlihat bahwa faktor utama yang mendorong kolonial Belanda melakukan reorganisasi pemerintahan di Pematang Siantar adalah kepentingan ekonomi dan faktor kedua adalah demi penguasaan politik dan birokrasi (***).

Kategori
BLANTERLANDINGv101
Formulir Kontak Whatsapp×
Data Anda
Data Lainnya
Kirim Sekarang