Map5NGx8LGN6MWR4MWZ8NWB4LDcsynIkynwpACBc

MENCARI IBU PERTIWI

7981759374294050699
BLANTERLANDINGv101
7981759374294050699

MENCARI IBU PERTIWI

Selasa, 22 Desember 2020
MENCARI IBU PERTIWI

MENCARI IBU PERTIWI

Rp 70.000
oleh Awaliah Rahmat
Beli Buku

Profil Penulis

Awaliah Rahmat (Rimba Makna) adalah laki-laki yang sedikit beruntung dari apa yang di tuliskannya dalam novel ini. Ia lahir di Celebes, tepatnya di kaki Gunung Bawakaraeng Lomppobattang pada tanggal 22 November 1996. Ia lahir diwaktu dzuhur, saat bapaknya sedang menunaikan sholat dzuhur di gubuk sederhana tempat kedua orang tuanya memaduh kasih. Saat lafas kalimat Dua masyhadat diucapkan oleh bapaknya, saat itu juga tangisan pertamanya di dunia terdengar. Masa kecilnya di habiskan di sawah dan ladang, sedang masa dewasanya dihabiskan untuk mendaki gunung, membaca zaman dan mencintai sesama. Ia bisa dihubungi secara personal melalui Instagram @rahmat9960, Facebook;Rahmat Awal dan email pelancongsunyi28@gmail.com

Deskripsi

Dia lahir pada rahim yang tidak di kehendaki. Di umur dua bulan ia harus terbuang dari pelukan kasih sang ibu. Saat ia terbuang bukan hanya Air Susu Ibu yang terputus untuknya, tetapi juga tali kasih dan sayang. Sungguh tidak ada di antara manusia yang menghendaki menjadi anak yang terbuang, tetapi ketakutan pada persangsian adat bagi orang tuanya memaksa ia harus Fakir sejak Lahir.

Dia dibuang lalu ditemukan oleh ibu Aisyah di depan sebuah Panti Asuhan, Perempuan usia lanjut dan seorang sufi kehidupan. tetapi ia dirawat tidak lama oleh ibu Aisyah, takdir kematian menjadikan dia kembali Fakir. Selanjutnya ia hidup Nomanden, hidup dan di rawat dari satu ibu ke ibu yang lainnya, semua ibu yang merawatnya adalah ibu kehidupan, kasihnya laksana kasih ibu pertiwi.

Di umur yang memasuki lima tahun, sebuah ironi kehidupan kembali terjadi, gubuk tempat tinggalnya bersama ibu Fatimah harus di gusur karena berdiri di atas Tanah milik satu perusahaan. Di hari penggusuran ia kembali merekah pilu, ia harus pergi meninggalkan kampung kumuh dan harus menerima kenyataan kehilangan ibu Fatimah. Sosok ibu yang telah menjadi ibu kehidupan untuknya.

Kini di jalanan dia hidup sebagai hamba yang Fakir, Hidup Tou kamase- mase, memelas kasih pada sesama demi bertahan hidup. Selama hidup di jalanan dia mencari seorang Ibu. Ibu yang dia cari bukanlah ibu kandung yang telah melahirkan dan membuangnya melainkan dia Mencari Ibu Pertiwi.

Kategori
BLANTERLANDINGv101
Formulir Kontak Whatsapp×
Data Anda
Data Lainnya
Kirim Sekarang