Map5NGx8LGN6MWR4MWZ8NWB4LDcsynIkynwpACBc

METODOLOGI KEPERAWATAN (Suatu Konsep & Teori Sesuai Kurikulum D3 Keperawatan)

7981759374294050699
BLANTERLANDINGv101
7981759374294050699

METODOLOGI KEPERAWATAN (Suatu Konsep & Teori Sesuai Kurikulum D3 Keperawatan)

Selasa, 08 Desember 2020
METODOLOGI KEPERAWATAN (Suatu Konsep & Teori Sesuai Kurikulum  D3 Keperawatan)

METODOLOGI KEPERAWATAN (Suatu Konsep & Teori Sesuai Kurikulum D3 Keperawatan)

Rp 85.000
oleh Ns. Maesaroh, M.Kep
Beli Buku

Profil Penulis

Ns. Maesaroh, M.Kep, dilahirkan di Cirebon pada tanggal 25 November 1977. Setelah menyelesaikan pendidikan TK Wanasaba Kidul Cirebon (1983), SDN II Wanasaba Kidul Cirebon (1989), SMP Al-Washliyah Cirebon (1992), SMA N I Sumber Cirebon (1995), Akademi Keperawatan As-Syafiiyah Bekasi (1998), kemudian melanjukan ke Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Muhammadiyah Jakarta (2003), melanjutkan ke S1 Keperawatan STIKKU (2013), profesi Ners STIKKU (2014), melanjutkan ke Magister Keperawatan (Keperawatan Medikal Bedah) Universitas Muhammadiyah Jakarta (2019). Sejak tahun 1999 bekerja di AKPER Buntet Pesantren Cirebon sampai dengan sekarang. Penulis sebagai Tim Dosen Pengajar pada mata kuliah Keperawatan Medikal Bedah I, Keperawatan Medikal Bedah II, Keperawatan Gawat Darurat, Ilmu Biomedik Dasar, Patofisiologi, Keperawatan Dasar, Metodologi Keperawatan, Dokumentasi Keperawatan, Gizi dan Diit. Buku yang sudah terbit adalah Fatigue pada Pasien Gagal Ginjal Kronik yang Menjalani Hemodialisis terbit tahun 2020.

Deskripsi

Berpikir kritis sebagai konsep dasar yang terdiri dari konsep berpikir yang berhubungan dengan proses belajar dan kritis dalam keperawatan yang di dalamnya dipelajari karakteristik, sikap dan standar berpikir kritis, analisis, pertanyaan kritis, pengambilan keputusan dan kreatifitas dalam berpikir kritis yang diterapkan dalam proses keperawatan.

Proses keperawatan adalah metode dimana suatu konsep diterapkan dalam praktek keperawatan, hal ini disebut sebagai suatu pendekatan untuk memecahkan masalah (problem solving) yang memerlukan ilmu, teknik, dan ketrampilan interpersonal yang bertujuan untuk memenuhi kebutuhan klien, keluarga dan masyarakat. Proses keperawatan terdiri atas lima tahap yang berurutan dan saling berhubungan yaitu pengkajian, diagnosis, intervensi, implementasi dan evaluasi. Tahap-tahap tersebut berintegrasi terhadap fungsi intelektual problem solving dalam mendefinisikan suatu asuhan keperawatan.

Tahap pertama dalam proses keperawatan dimulai dari pengkajian keperawatan yang sistematis dibagi dalam empat tahap kegiatan, yang meliputi: pengumpulan data, analisis data, sistematika data dan penentuan masalah dengan kegiatan dokumentasi data. Tahap kedua adalah Diagnosis Keperawatan merupakan suatu penilaian klinis mengenai respon klien terhadap masalah kesehatan atau proses kehidupan yang dialaminya baik yang berlangsung aktual maupun potensial. Tahap ketiga adalah intervensi secara sederhana intervensi atau rencana keperawatan dapat diartikan sebagai suatu dokumen tulisan tangan dalam menyelesaikan masalah, tujuan dan intervensi keperawatan. Tahap keempat adalah Implementasi merupakan pelaksanaan dari rencana intervensi untuk mencapai tujuan yang spesifik. Tahap kelima adalah evaluasi merupakan tahap akhir dari rangkaian proses keperawatan yang berguna apakah tujuan dari tindakan keperawatan yang telah dilakukan tercapai atau perlu pendekatan lain. Sesuai dengan rencana tindakan yang telah diberikan, dilakukan penilaian untuk melihat keberhasilannya.

Kategori
BLANTERLANDINGv101
Formulir Kontak Whatsapp×
Data Anda
Data Lainnya
Kirim Sekarang