Map5NGx8LGN6MWR4MWZ8NWB4LDcsynIkynwpACBc

MENATA PERJUANGAN SEBUAH IMPIAN

7981759374294050699
BLANTERLANDINGv101
7981759374294050699

MENATA PERJUANGAN SEBUAH IMPIAN

Senin, 04 Januari 2021
MENATA PERJUANGAN SEBUAH IMPIAN

MENATA PERJUANGAN SEBUAH IMPIAN

Rp 75.000
oleh Drs. H. Asep Himthoya Sanusi, Hj. Cucu Komariah. S.Pd.I. M.Pd, Fauziyah Fikroturrohman, S.Ag, Abdullah Sayuti ,S.Pd.I
Beli Buku

Profil Penulis

Drs. H. Asep Himthoya Sanusi, Hj. Cucu Komariah. S.Pd.I. M.Pd, Fauziyah Fikroturrohman, S.Ag, Abdullah Sayuti ,S.Pd.I

Deskripsi

Buku ini memaparkan perjuangan inspiratif sepasang suami istri Drs. H. Asep Himthoya Sanusi dan Hj. Cucu Komariah S.Pd.I., M.Pd. yang mencintai anak Yatim Piatu dan Duafa di Purwakarta Jawa Barat.

Berawal tahun 2014 di sebuah rumah sempit berukuran 50 m² yang menampung dua orang anak yatim piatu dan empat orang anak kandung. Hanya mengharap ridho dengan melaksanakan perintah Allah dan nabi Muhammad Saw agar mencintai dan menyantuni anak yatim piatu dan duafa maka dibuatlah Pondok Pesantren Insan Kamil Payatiman di Purwakarta, Jawa Barat.

Seiring berjalannya waktu, perjuangan pun terus dilalui hingga 2020 ini. Sejumlah santri yatim piatu dan duafa akhirnya mencapai 100 orang dari tingkat Raudhatul Atfhal (RA), Madrasah Ibtidaiyyah (MI) Dan Madrasah Tsanawiyah (MTs), Madrasah Aliyah (MA) dan Universitas. Santri di beri kasih sayang, perhatian, kebutuhan makan, minum, pakain, pendidikan, kesehatan dan kebutuhan sehari-hari.

Alhamdulillah sampai hari ini, Insan Kamil Payatiman memiliki sekolah Formal Raudhatul Atfhal (RA), DTA dan Madrasah Tsanawiyah (MTs) dan gedung berlantai 3 di tanah seluas 1.457 m². Santri semakin berdinamika. Ada santri yang bukan yatim piatu dan duafa tetapi memilih mondok dan sekolah di Insan Kamil Payatiman. Sehingga Insan Kamil Payatiman melahirkan program pendidikan yang menggunakan dua cara; Pertama, santri mondok. Dan kedua, santri yang hanya mengikuti pendidikan formal dengan tidak mondok. Kemudian kelompok santri pun terbagi menjadi dua bagian; santri yatim piatu dan duafa dan ada santri yang masih memiliki orang tua.

Tanpa membeda-bedakankan status, kasih sayang dan perhatian. Semoga buku ini mampu menjadi sumber inspirasi bagi pembaca; “Jika kita menyanyangi anak Yatim Piatu, Duafa. Maka Allah akan menjamin rejeki dan mencukupkan segala kebutuhan.”

Kategori
BLANTERLANDINGv101
Formulir Kontak Whatsapp×
Data Anda
Data Lainnya
Kirim Sekarang