Map5NGx8LGN6MWR4MWZ8NWB4LDcsynIkynwpACBc

PUISI BERVISI LINGKUNGAN HIDUP (Studi Ekokritisisme terhadap Antologi Puisi Hams al-Jufūn Mikhail Naimy)

7981759374294050699
BLANTERLANDINGv101
7981759374294050699

PUISI BERVISI LINGKUNGAN HIDUP (Studi Ekokritisisme terhadap Antologi Puisi Hams al-Jufūn Mikhail Naimy)

Senin, 12 April 2021
PUISI BERVISI LINGKUNGAN HIDUP (Studi Ekokritisisme terhadap Antologi Puisi Hams al-Jufūn Mikhail Naimy)

PUISI BERVISI LINGKUNGAN HIDUP (Studi Ekokritisisme terhadap Antologi Puisi Hams al-Jufūn Mikhail Naimy)

Rp 90.000
oleh Muhammad Saiful Anam, S.Hum., M.A.
Beli Buku

Profil Penulis

Muhammad Saiful Anam, lahir di Kudus, 30 Mei 1995. Penulis merupakan alumnus di Pondok Pesantren Al-Maimuniyyah Langgardalem Kudus. Pernah aktif sebagai Ketua Himpunan Mahasiswa Kudus (HIMMAHKU) Jakarta (2014-2016), Kabid. Seni dan Olahraga Arabic Language and Literature Focus (ALIF) BSA UIN Jakarta (2016-2017), Sekbid. III PMII KOMFAKA Cab. Ciputat (2017-2018), Bid. Syiar dan Keagamaan HMJ BSA UIN Jakarta (2015-2016), Ikatan Mahasiswa Studi Arab Seluruh Indonesia (IMASASI) (2014-2015), IPNU PC. Tangsel (2015-2017), dan Ikatan Remaja Masjid Fathullah (IRMAFA) UIN Jakarta (2014-2017). Saat ini penulis bekerja sebagai Sekretaris Lembaga Penjaminan Mutu (LPM) dan Lembaga Penelitian dan Pengkajian Ilmiah (LPPI) IIQ Jakarta sejak tahun 2018. Naskah dan Terjemahan Sekretariat Kabinet RI (Januari-Februari 2017), serta menjadi salah satu tutor di Al-Hakim Mendidik Ciputat (2014-2015). Putra kelahiran Kudus ini juga pernah menjadi salah satu penulis dalam kitab Al-‘Adad wa Taṭbīqātuhu fī al-Jumlah (Jakarta: Adabia Press, 2015), dan “Konsep Environmentalisme dalam Al-Qur’an: Studi Tafsir Al-Misbah Karya M. Quraish Shihab”, dalam Jurnal Al-Fanar, Vol. 2, No. 2, 2020. https://doi.org/10.33511/ alfanar.v2n2.47-62

Deskripsi

“Kajian sastra yang dilakukan oleh Saudara Anam dalam bukunya ini ikut menyelesaikan masalah sosial yang dihadapi manusia saat ini. Anam telah merambah jalan baru dalam sastra, dengan melangkah lebih jauh ke isu yang masih baru, wilayah kajian yang masih perawan, yaitu soal krisis lingkungan hidup yang mengancam bukan hanya masyarakat manusia tetapi juga non manusia, baik makhluk hayati maupun non hayati. Ia membahas isu sastra dan lingkungan hidup. Agaknya, ini adalah kajian sastra pertama hubungannya dengan krisis lingkungan hidup dengan menggunakan kajian ekosentrisme, atau dalam bahasa Anam ekokritisisme, bukan antroposentrisme. Paling tidak, bagian dari generasi awal yang membahasanya.“
Prof. Dr. Sukron Kamil, M.A.,
Guru Besar Bahasa dan Sastra Arab UIN Jakarta

“Karya sdr. M. Saiful Anam ini merupakan sebuah “ijtihad sastra” yang langka, menarik, dan kontekstual, karena pilihan kajiannya berwawasan lingkungan. Pesan moral dari kajian sastranya, Hams al-Jufūn karya Mikhail Naimy sangat lugas dan bernas, bahwa lingkungan hidup yang hijau dan asri harus dilestarikan. Puisi dapat difungsikan sebagai media penyemaian gagasan dan pemikiran go green, forestasi, dan konservasi hutan, serta pembentukan kesalehan ekologis.”
Dr. Muhbib Abdul Wahab, M.A.,
Wakil Ketua I IMLA dan Pemegang HAKI TOAFL

“Pendekatan ekosentrisme ini merupakan pendekatan yang relatif baru dan belum banyak sastrawan di lingkungan kita yang melakukan pendekatan ini. Mikhail Naimy melalui karya ini memberikan contoh bagaimana kepedulian terhadap lingkungan dapat dimunculkan dalam karya sastra, dalam kasus ini berbentuk puisi. Nilai yang kemudian diteliti oleh sdr. M. Saiful Anam cukup berhasil dimana karya sastra sangatlah indah dan menarik ketika dihiasi dengan penyebutan terkait unsur ekologis sekaligus memasukkan kritis sosial yang berhubungan dengan aspek lingkungan sehingga memiliki tujuan akhir dalam memberikan kesadaran bagi umat manusia untuk memahami betapa pentingnya lingkungan hidup di sekitar kita.”
Dr. Moch. Syarif Hidayatullah, M.Hum.,
Ketua Umum Asosiasi Dai-Daiyah Indonesia (ADDAI)

Kategori
BLANTERLANDINGv101
Formulir Kontak Whatsapp×
Data Anda
Data Lainnya
Kirim Sekarang